Tipologi Aksara Sunda

Aksara Sunda Kuno memiliki tipe dasar aksara Pallawa Lanjut. Aksara tersebut memiliki kemiripan dengan model aksara Tibet dan Punjab (band. Holle, 1877), dengan beberapa ciri tipologi dari pengaruh model aksara prasasti-prasasti zaman Tarumanagara, sebelum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya. Hal ini nampak sebagaimana yang digunakan dalam prasasti-prasasti dan naskah-naskah Sunda Kuno berbahan lontar dan bambu abad ke-14 hingga abad ke-18 Masehi.

Dalam pada itu, model aksara yang digunakan pada prasasti-prasasti dan piagam zaman Kerajaan Sunda, baik dari periode Kawali- Galuh maupun periode Pakuan Pajajaran dapat memberi gambaran mengenai model aksara Sunda Kuno yang paling awal. Prasasti-prasasti yang dimaksud adalah prasasti yang terdapat di kompleks Kabuyutan Astanagedé, Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis yang dibuat pada sekitar masa peperintahan Prabu Niskalawastu Kancana (1365-1478), dan prasasti Batutulis Bogor (1533) serta piagam Kebantenan Bekasi yang dibuat setelah masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (1482-1521).

Prasasti-prasasti Kawali ini dapat digolongkan ke dalam jenis piteket, yakni memuat pengumuman langsung dari raja yang memerintah membuat prasasti, sedangkan prasasti Batutulis dan piagam Kebantenan termasuk ke dalam jenis sakakala, prasasti yang dibuat untuk mengabadikan perintah atau jasa seseorang (raja) yang telah wafat. Beberapa contoh prasasti/piagam dimaksud tampak berikut ini

*sumber :Tim Unicode Aksara Sunda 2008, Direktori Aksara Sunda untuk unicode

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: